Kaimana, Soinnews.com – Mewakili Bupati Kaimana, staf ahli bupati bidang politik hukum dan pemerintahan Blasius Kilmas secara resmi membuka Musyawar adat ke – III suku Oburauw.
Acara musyawarah adat tersebut berlangsung di gedung pertemuan Krooy pada jumat, (28/11/25) dengan mengangkat tema ‘menyelamatkan manusia, tanah dan sumber daya alam Oburauw’.
Blasius Kilmas dalam sambutannya menekankan tiga poin penting dalam membangun suku Oburauw yakni pendidikan, kesehatan dan budaya.
Ia menjelaskan bahwa Potensi sumber daya alam yang memadai di wilayah kabupaten kaimana, harus dapat dikelola seara baik untuk kepentingan membangun kaimana ke depan.
Menurut dia suku oburauw yang merupakan salah satu suku asli papua di kabupaten Kaimana, diharapkan dapat mengelola sumber daya alam tersebut secara profesional, untuk itu dibutuhkan pendidikan.
“Harus diketahui bahwa tanpa pendidikan kita akan terlambat berkembang dengan daerah lain”. tegasnya.
Kata Blasisus bahwa sejalan dengan tema musyawarah ke III bahwa menyelmatkan manusia khususnya orang asli oburauw ini ada tiga hal yakni penidikan kesehatan dan karakter budaya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini minuman keras sangat berdampak buruk dikalangan masyarakat, khususnya anak-anak muda, hal ini sangat berdampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan masa depannya.
“Saya mohon kalau kita mau hidup baik maka jauhilah miras bagaimana kita mau mengelola sumber daya alam yang sudah tuhan berikan kepada kita kalau kita sendiri tidak sekolah dengan baik” ungkapnya.
Dengan demikian Kilmas mengajak seluruh orang tua untuk membantu anak-anak usai sekolah untuk terus bersekolah karena pendidikan punya peran penting untuk masa depan mereka.
Kilmas juga mengajak seluruh tokoh adat oburau agar dapat bekerja sama yang baik dengan pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana.
“Untuk yang baru terpilih nanti termasuk dengan dewan adat dalam rangka membangun kabupaten kaimana ke depan semoga semua saran dan masukan untuk meningkatkan sumber daya manusia didaerah ini dapat berjalan dengan baik untuk mengimbangi orang asli papua” tutupnya. *JRTC*















