Tual, SoinNews.com – Rapat Pengurus Pleno DPD Partai GOLKAR Kota Tual menggelar rapat pleno di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Tual pada hari Selasa, 4 November 2025. Rapat ini bertujuan untuk mendengar, mengusulkan, dan menetapkan nama calon ketua DPD Provinsi Maluku Masa Bakti 2025 – 2030.
Tiga nama yang menjadi kandidat adalah Rohalim Boy Sangaji, Umar A. Lessy, dan Richard Rahakbauw. Dalam rapat tersebut, seluruh pengurus pleno DPD Partai Golkar Kota Tual sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya keputusan pemilihan satu nama dari ketiga kandidat kepada Ketua DPD Partai Golkar Kota Tual, Taufik Hamud, S.AP. Bung Taufik Hamud diberi mandat untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Rapat pleno ini juga dilakukan melalui platform Zoom, di mana Ketua bung Taufik Hamud yang sedang berada diluar daerah menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Provinsi Maluku.

“Semua pengurus sepakat dan memutuskan untuk menyerahkan ketiga calon Ketua Golkar Provinsi Maluku kepada Ketua DPD Golkar Kota Tual, Taufik Hamud, S.AP, untuk berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat,” ujar seorang peserta rapat.
Usai rapat, Sekretaris DPD Golkar Kota Tual, Bahrawi Raharusun, SE, menyatakan, “Kita putuskan dari tiga nama yang ada, yaitu Rohalim Boy Sangaji, Umar A. Lessy, dan Richard Rahakbauw, mereka adalah tiga figur yang potensial dan punya kemampuan serta kapasitas untuk memimpin Partai Golkar Maluku ke depan. Untuk itu, para pengurus pleno mengusulkan agar rekomendasi siapapun dia dari ketiga nama ini dipercayakan kepada Ketua DPD Partai Golkar Kota Tual untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar dalam hal ini Ketua Umum dan Sekjen.”
Bahrawi Raharusun juga menambahkan harapannya, “Diharapkan ketua partai Golkar Provinsi Maluku yang terpilih nanti bisa mengangkat kembali atau membangun kembali kejayaan Partai Golkar di Provinsi Maluku seperti pada pemilu-pemilu sebelum ini, mengingat pada Pemilu 2024 kemarin kita kehilangan satu kursi dan presentasi kita menurun.”
Keputusan ini menunjukkan kesolidan DPD Golkar Kota Tual dalam menghadapi Musda Provinsi Maluku dan kepercayaan penuh terhadap Ketua DPD Golkar Kota Tual untuk membawa aspirasi daerah ke tingkat pusat.*MN*















